By nafii' publishing house | At 10.06 | Label : | 0 Comments
By :Toni Hendroyono
“Buku merupakan media untuk
menyampaikan pemikiran, ide, gagasan, cerita, biografi, harapan, visi
dan berbagai hal lainnya ke dalam dunia. Buku menginspirasi orang lain
yang mungkin berada di lain benua bahkan buku selain memperkaya wawasan
dapat pula mengubah pandangan hidup seseorang menjadi lebih baik”.
Melalui Edisi Spesial kali ini,
moderator www.inovasikreatif.com menghadirkan seorang penulis “top
seller”, Tony Hendroyono, yang aktif menulis berbagai buku populer
edukatif seperti Facebook, Powering Your Microblogs, FIFA World Cup,
Misteri Terbesar di Dunia, dan seterusnya.
Ia akan membagikan pengalaman
dan motivasi agar seorang pemula memiliki kapasitas menjadi seorang
penulis buku yang handal & kreatif. Selamat Membaca!
Judul di atas memang benar adanya. Siapa
bilang menulis buku itu susah? Tidak. Tidak ada yang susah di dunia ini
jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Iya, tepat. Sesuai dengan
tema besar inovasi kreatif, yang Anda butuhkan menulis buku hanyalah
niat dan kreativitas. Bukankah segala hal tak akan terwujud tanpa niat.
Juga tak akan jatuh dari langit begitu saja tanpa berkreasi.
Menulis pada dasarnya adalah kemampuan
alami manusia yang dianugerahkan Tuhan sejak lahir. Kepada siapa? Kepada
setiap manusia yang masih bernafas di seluruh muka bumi ini. Karena
pada dasarnya, kemampuan menulis sama dengan kemampuan berkomunikasi.
Ujung-ujungnya, menulis berkorelasi dengan kemampuan berbahasa
seseorang.
Lalu bagaimana supaya kita bisa mewujudkan
sebuah buku dengan nama kita terpampang di covernya? Mari kita bahas
poin-poin sederhana yang menjadi dasar untuk membuat buku.
JANGAN BIARKAN GELAS ANDA KOSONG
Sangat logis jika dikatakan proses menulis
adalah menuangkan apa yang ada dalam kepala kita dalam bentuk teks yang
bisa dibaca orang lain. Tentunya, ada sesuatu yang harus dituangkan dari
kepala Anda. Ibarat gelas, tentu harus ada airnya jika kita ingin
menuangnya di tempat lain. Lalu dari mana sumber isi kepala kita?
Ada banyak cara. Salah satunya dengan
membaca. Bacalah semua jenis tulisan yang ada di muka bumi ini. Mulai
dari koran, majalah, buku, brosur, website, teks di televisi, e-book,
dan masih banyak lagi. Kegiatan ini akan memberikan input data ke dalam
kepala Anda, yang suatu saat nanti dituangkan dalam bentuk karya Anda
sendiri.
Buka wawasan Anda dengan menemui orang
lain. Berbicara, bertanya dan berdiskusi menjadi cara yang ampuh untuk
memperluas wawasan kita. Jadikan setiap orang yang Anda temui sebagai
guru. Karena pada dasarnya, selalu ada hal yang Anda tidak punyai dari
orang yang ditemui tersebut. Lebih bagus lagi, bergaul dengan para
penulis yang lebih berpengalaman. “curi” ilmunya, meskipun mencuri
dilarang, tapi dalam hal ini artinya kita sedang belajar.
PAHAMI JENIS-JENIS TULISAN
Semakin sering kita membaca teks, secara
naluri kita bisa merasakan mana tulisan yang bagus dan mana yang tidak,
yang enak dibaca dan tidak, yang berisi dan yang tidak, dan sebagainya.
Inilah yang harus kita cermati. Jika Anda menemukan tulisan yang enak
dibaca dan informatif, pelajari struktur kalimatnya, ejaannya, cara
penyampaiannya, gaya bahasanya dan pilihan katanya. Hal ini menjadi
bekal bagi Anda untuk menyusun kalimat demi kalimat dalam buku Anda.
Perhatikan juga target audience tulisan
tersebut. Hal ini akan menjadi pembeda antara tulisan yang satu dengan
yang lain. Tentu tulisan di buku anak akan berbeda dengan tulisan dalam
novel sastra, tulisan di buku panduan berbeda dengan tulisan biografi,
dan sebagainya. Dengan memahami target audience, Anda akan dengan mudah
menentukan jenis tulisan di buku Anda. Ibarat Robin Hood, Anda langsung
bisa menancapkan anak panah ke jantung musuh Anda.
POSISIKAN DIRI ANDA SEBAGAI PEMBACA
Ini dia trik sederhana agar komunikasi kita
sebagai penulis dengan pembaca lancar. Saat kita menuangkan pikiran
dalam bentuk tulisan, usahakan diri kita dalam posisi sebagai pembaca.
Mengapa begitu? Maksudnya adalah, Anda menjadi kontrol bagi diri Anda
sendiri terkait apa yang sedang Anda tulis.
Bayangkanlah jika Anda membaca tulisan Anda
tersebut, lalu resapi efek apa yang Anda dapatkan. Bingungkah, mudah
dipahami-kah, atau biasakah? Efek inilah yang juga akan dirasakan oleh
pembaca Anda nantinya. Jika Anda merasa bingung dengan maksud tulisan
Anda sendiri, bagaimana dengan pembaca Anda? Tentu mereka bingung juga.
Memang perlu waktu untuk kita bisa
mengarahkan efek apa yang didapat pembaca dengan membaca tulisan kita.
Namun hal itu jangan menjadi alasan untuk tidak mencoba. Terus berlatih
dan berlatih. Suatu saat Anda menjadi lebih peka terhadap apa yag
diinginkan pembaca dari tulisan Anda.
BUKA MATA, PASANG TELINGA
Percayalah, tidak ada sesuatu yang
benar-benar baru dalam dunia ini. Begitu juga dalam dunia perbukuan dan
penulisan. Tidak ada tulisan yang baru, semuanya adalah perubahan,
tambahan, gubahan, atau penyederhanaan dari tulisan-tulisan yang sudah
ada. Dengan kata lain, Anda bisa kok menulis ulang dari tulisan yang
lama; misalnya pengetahuan dari apa yang pernah Anda baca, asal jangan
menjiplak karya orang lain.
Tentunya dibutuhkan kreativitas untuk
melakukan ini. Supaya tulisan kita ada unsur kebaruan dan berbeda dengan
karya orang lain. Terlebih, sumber ide tak hanya dari buku atau bacaan
lain, radio dan televisi pun bisa menginspirasi kita untuk membuat topik
sebuah buku. Peristiwa atau ulasan tertentu di TV terkadang bisa
menjadi bahan yang bisa dibahas panjang lebar dalam sebuah buku.
Sekali lagi, sumber ide tulisan ada dimana
saja di sekitar kita. Mendengar pembicaraan orang lain pun bisa jadi
bahan. Untuk itu, mencermati isu-isu di sekeliling kita, melihat segala
peristiwa yang menarik, dan mengikuti perkembangan berita menjadi cara
yang ampuh mendapatkan ide menulis buku.
Jangan lupa, manfaatkan media atau bahan
bacaan lain. Internet saat ini menjadi alat yang mumpuni untuk riset
data. Jika ada terbersit di kepala Anda sebuah topik untuk dibuat buku,
cobalah searching di internet. Niscaya pikiran Anda menjadi lebih
terbuka ketimbang sebelumnya.
JUST WRITE!
Resep jitu untuk bisa menghasilkan karya
buku adalah nyalakan komputer atau laptop dan mengetiklah. Tidak ada
resep yang lebih manjur dari ini. Anda boleh punya sejuta ide, ribuan
topik untuk ditulis, jutaan peristiwa yang ingin dibagikan, tetapi kalau
hanya berdiam diri, tidak mungkin terwujud menjadi sebuah buku.
Bagi yang belum terbiasa, memulai proses
menulis adalah hal yang sangat berat. Namun jika Anda menyerah, Anda
tidak terlahir sebagai penulis. Percayalah, ketika Anda melewati tahap
ini, proses menulis akan mendatangkan kenikmatan tersendiri. Menulislah
dengan hati gembira dan tanpa paksaan. Jika Anda terus konsisten, tidak
butuh waktu lama untuk mewujudkan sebuah buku. Sebuah buku yang dicetak,
yang memiliki tekstur, warna, motif, akesentuasi sehingga dapat dirasa,
diraba, dan mencerahkan pikiran bahkan nurani setiap pembacanya.
Mari Membuat Buku! Mencerdaskan Indonesia!
*(Tony Hendroyono menemukan hasratnya
sebagai Writer semenjak kuliah di UNS Solo, menulis puluhan buku
populer, Penggiat bidang Media: Editor Harian Merdeka, Redaktur
Indonesia Architecture Magazine (I-Arch), kini berkarir di Advertising
Fresh Water & Digital Media Company Jakarta, tinggal di Depok)
