Minggu, 24 November 2013

SIAPA BILANG MENULIS BUKU SUSAH?

By nafii' publishing house | At 10.06 | Label : | 0 Comments
 By :Toni Hendroyono

“Buku merupakan media untuk menyampaikan pemikiran, ide, gagasan, cerita, biografi, harapan, visi dan berbagai hal lainnya ke dalam dunia. Buku menginspirasi orang lain yang mungkin berada di lain benua bahkan buku selain memperkaya wawasan dapat pula mengubah pandangan hidup seseorang menjadi lebih baik”.
Melalui Edisi Spesial kali ini, moderator www.inovasikreatif.com menghadirkan seorang penulis “top seller”, Tony Hendroyono,  yang aktif menulis berbagai buku populer edukatif seperti Facebook, Powering Your Microblogs, FIFA World Cup, Misteri Terbesar di Dunia, dan seterusnya.
Ia akan membagikan pengalaman dan motivasi agar seorang pemula memiliki kapasitas menjadi seorang penulis buku yang handal & kreatif. Selamat Membaca!

Judul di atas memang benar adanya. Siapa bilang menulis buku itu susah? Tidak. Tidak ada yang susah di dunia ini jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Iya, tepat. Sesuai dengan tema besar inovasi kreatif, yang Anda butuhkan menulis buku hanyalah niat dan kreativitas. Bukankah segala hal tak akan terwujud tanpa niat. Juga tak akan jatuh dari langit begitu saja tanpa berkreasi.
Menulis pada dasarnya adalah kemampuan alami manusia yang dianugerahkan Tuhan sejak lahir. Kepada siapa? Kepada setiap manusia yang masih bernafas di seluruh muka bumi ini. Karena pada dasarnya, kemampuan menulis sama dengan kemampuan berkomunikasi. Ujung-ujungnya, menulis berkorelasi dengan kemampuan berbahasa seseorang.
Lalu bagaimana supaya kita bisa mewujudkan sebuah buku dengan nama kita terpampang di covernya? Mari kita bahas poin-poin sederhana yang menjadi dasar untuk membuat buku.
JANGAN BIARKAN GELAS ANDA KOSONG
Sangat logis jika dikatakan proses menulis adalah menuangkan apa yang ada dalam kepala kita dalam bentuk teks yang bisa dibaca orang lain. Tentunya, ada sesuatu yang harus dituangkan dari kepala Anda. Ibarat gelas, tentu harus ada airnya jika kita ingin menuangnya di tempat lain. Lalu dari mana sumber isi kepala kita?
Ada banyak cara. Salah satunya dengan membaca. Bacalah semua jenis tulisan yang ada di muka bumi ini. Mulai dari koran, majalah, buku, brosur, website, teks di televisi, e-book, dan masih banyak lagi. Kegiatan ini akan memberikan input data ke dalam kepala Anda, yang suatu saat nanti dituangkan dalam bentuk karya Anda sendiri.
Buka wawasan Anda dengan menemui orang lain. Berbicara, bertanya dan berdiskusi menjadi cara yang ampuh untuk memperluas wawasan kita. Jadikan setiap orang yang Anda temui sebagai guru. Karena pada dasarnya, selalu ada hal yang Anda tidak punyai dari orang yang ditemui tersebut. Lebih bagus lagi, bergaul dengan para penulis yang lebih berpengalaman. “curi” ilmunya, meskipun mencuri dilarang, tapi dalam hal ini artinya kita sedang belajar.
PAHAMI JENIS-JENIS TULISAN
Semakin sering kita membaca teks, secara naluri kita bisa merasakan mana tulisan yang bagus dan mana yang tidak, yang enak dibaca dan tidak, yang berisi dan yang tidak, dan sebagainya. Inilah yang harus kita cermati. Jika Anda menemukan tulisan yang enak dibaca dan informatif, pelajari struktur kalimatnya, ejaannya, cara penyampaiannya, gaya bahasanya dan pilihan katanya. Hal ini menjadi bekal bagi Anda untuk menyusun kalimat demi kalimat dalam buku Anda.
Perhatikan juga target audience tulisan tersebut. Hal ini akan menjadi pembeda antara tulisan yang satu dengan yang lain. Tentu tulisan di buku anak akan berbeda dengan tulisan dalam novel sastra, tulisan di buku panduan berbeda dengan tulisan biografi, dan sebagainya. Dengan memahami target audience, Anda akan dengan mudah menentukan jenis tulisan di buku Anda. Ibarat Robin Hood, Anda langsung bisa menancapkan anak panah ke jantung musuh Anda.
POSISIKAN DIRI ANDA SEBAGAI PEMBACA
Ini dia trik sederhana agar komunikasi kita sebagai penulis dengan pembaca lancar. Saat kita menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, usahakan diri kita dalam posisi sebagai pembaca. Mengapa begitu? Maksudnya adalah, Anda menjadi kontrol bagi diri Anda sendiri terkait apa yang sedang Anda tulis.
Bayangkanlah jika Anda membaca tulisan Anda tersebut, lalu resapi efek apa yang Anda dapatkan. Bingungkah, mudah dipahami-kah, atau biasakah? Efek inilah yang juga akan dirasakan oleh pembaca Anda nantinya. Jika Anda merasa bingung dengan maksud tulisan Anda sendiri, bagaimana dengan pembaca Anda? Tentu mereka bingung juga.
Memang perlu waktu untuk kita bisa mengarahkan efek apa yang didapat pembaca dengan membaca tulisan kita. Namun hal itu jangan menjadi alasan untuk tidak mencoba. Terus berlatih dan berlatih. Suatu saat Anda menjadi lebih peka terhadap apa yag diinginkan pembaca dari tulisan Anda.
BUKA MATA, PASANG TELINGA
Percayalah, tidak ada sesuatu yang benar-benar baru dalam dunia ini. Begitu juga dalam dunia perbukuan dan penulisan. Tidak ada tulisan yang baru, semuanya adalah perubahan, tambahan, gubahan, atau penyederhanaan dari tulisan-tulisan yang sudah ada. Dengan kata lain, Anda bisa kok menulis ulang dari tulisan yang lama; misalnya pengetahuan dari apa yang pernah Anda baca, asal jangan menjiplak karya orang lain.
Tentunya dibutuhkan kreativitas untuk melakukan ini. Supaya tulisan kita ada unsur kebaruan dan berbeda dengan karya orang lain. Terlebih, sumber ide tak hanya dari buku atau bacaan lain, radio dan televisi pun bisa menginspirasi kita untuk membuat topik sebuah buku. Peristiwa atau ulasan tertentu di TV terkadang bisa menjadi bahan yang bisa dibahas panjang lebar dalam sebuah buku.
Sekali lagi, sumber ide tulisan ada dimana saja di sekitar kita. Mendengar pembicaraan orang lain pun bisa jadi bahan. Untuk itu, mencermati isu-isu di sekeliling kita, melihat segala peristiwa yang menarik, dan mengikuti perkembangan berita menjadi cara yang ampuh mendapatkan ide menulis buku.
Jangan lupa, manfaatkan media atau bahan bacaan lain. Internet saat ini menjadi alat yang mumpuni untuk riset data. Jika ada terbersit di kepala Anda sebuah topik untuk dibuat buku, cobalah searching di internet. Niscaya pikiran Anda menjadi lebih terbuka ketimbang sebelumnya.
JUST WRITE!
Resep jitu untuk bisa menghasilkan karya buku adalah nyalakan komputer atau laptop dan mengetiklah. Tidak ada resep yang lebih manjur dari ini. Anda boleh punya sejuta ide, ribuan topik untuk ditulis, jutaan peristiwa yang ingin dibagikan, tetapi kalau hanya berdiam diri, tidak mungkin terwujud menjadi sebuah buku.
Bagi yang belum terbiasa, memulai proses menulis adalah hal yang sangat berat. Namun jika Anda menyerah, Anda tidak terlahir sebagai penulis. Percayalah, ketika Anda melewati tahap ini, proses menulis akan mendatangkan kenikmatan tersendiri. Menulislah dengan hati gembira dan tanpa paksaan. Jika Anda terus konsisten, tidak butuh waktu lama untuk mewujudkan sebuah buku. Sebuah buku yang dicetak, yang memiliki tekstur, warna, motif, akesentuasi sehingga dapat dirasa, diraba, dan mencerahkan pikiran bahkan nurani setiap pembacanya.
Mari Membuat Buku! Mencerdaskan Indonesia!
*(Tony Hendroyono menemukan hasratnya sebagai Writer semenjak kuliah di UNS Solo, menulis puluhan buku populer, Penggiat bidang Media: Editor Harian Merdeka, Redaktur Indonesia Architecture Magazine (I-Arch), kini berkarir di Advertising Fresh Water & Digital Media Company Jakarta, tinggal di Depok)
 

About

Blogroll

Blogger news

Copyright © 2012. Jupex Mgl - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz